Tak Hanya Siswa, Kini Guru dan Tenaga Didik Dapatkan Beasiswa Kampus Luar Negeri

Kesempatan untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kini semakin terbuka lebar. Berbagai macam beasiswa untuk menempuh pendidikan pun sudah tersedia dimana-mana, baik itu beasiswa yang dibiayai secara penuh maupun sebagian. Tak hanya bagi para mahasiswa, kini kesempatan untuk meraih beasiswa juga terbuka lebar bagi para guru dan tenaga kependidikan yang ingin melanjutkan pendidikannya.

 

 

Dilansir dari Kompas.com, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah membuka program Beasiswa Microcredential yang diperuntukkan bagi guru hingga kepala sekolah pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Program beasiswa ini merupakan program non-gelar perguruan tinggi luar negeri untuk meningkatkan profesionalitas, kompetensi teknis, dan non-teknis bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

 

Pendaftaran Beasiswa Microcredential ini dibuka mulai tanggal 2 Februari 2021. Program ini akan dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online di perguruan tinggi luar negeri yang sudah ditetapkan. Berikut persyaratan umum dan persyaratan khusus yang diperlukan;

 

Persyaratan Umum

  1. Warga negara Indonesia.
  2. Terdaftar pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) atau SIMPKB.
  3. Sudah mengajar paling sedikit 2 tahun berturut-turut.
  4. Melampirkan surat rekomendasi dari atasan, surat rekomendasi dari perguruan tinggi asal, dan surat keterangan sehat / bebas narkotika (format terlampir).
  5. Mengisi data diri pada formulir pendaftaran daring.

 

Persyaratan Khusus

  1. Mengunggah dokumen Letter of Admission (LoA) Unconditional yang sesuai dengan program studi dan perguruan tinggi tujuan pada aplikasi pendaftaran.
  2. Mengunggah surat izin mendaftar beasiswa dari Dinas Pendidikan bagi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dari Yayasan bagi guru tetap yayasan.
  3. Bersedia menandatangani surat pernyataan (format terlampir).
  4. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftaran per-tanggal 31 Desember tahun pendaftaran yaitu 45 tahun.
  5. Mengunggah dokumen Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) jenjang studi sebelumnya, sekurang-kurangnya 3.0  yang dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir.
  6. Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan skor minimal TOEFL ITP 550, TOEIC 800, TOEFL IBT 80, IELTS 6.5, atau TOAFL 550.
  7. Mengunggah sertifikat kemampuan bahasa TOEFL dari lembaga penyelenggara resmi.
  8. Pendaftar yang telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa tidak dapat mengajukan perpindahan perguruan tinggi/integrasi tujuan dan program studi tujuan.

 

Ada 11 universitas tujuan bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang ikut dalam Beasiswa Microcredential, diantaranya:

  1. Columbia University Reading & Writing Institutes – Teacher College.
  2. Harvard Graduate School of Education – Online Professional Development Programs.
  3. Michigan State University – Online Graduate Specializations Certificates, College of Education.
  4. Monash University – Online Professional Development Course. Baca juga: Ternyata 5 Makanan Ini Tak Punya Masa Kedaluwarsa, Siswa Sudah Tahu?
  5. Stanford University – Graduate School of Education Professional Learning.
  6. University of Cambridge – Professional Development Qualifications.
  7. University of Hong Kong – Centre for the Enhancement and Teaching & Learning.
  8. University of Michigan – Online Learning & Certificates, School of Education.
  9. University of Michigan, Ann Arbor – Non-degree Programs
  10. University of Virginia – Non-degree Professional Development.
  11. University of Wisconsin, Madison – Online Professional Learning Programs, School of Education.

 

Sumber : Kompas.com

Jurnalis : Alim Javier Ardyansyah

Editor : Aisyah Wahdania

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.