Salah Kaprah Soft Skill dan Hard Skill

Pernah menjumpai istilah soft skill dan hard skill dalam CV? atau jangan-jangan kamu pernah diwawancarai tentang hard skill dan soft skill?

Yap, sebenarnya soft skill dan hard skill merupakan suatu hal kontras. Mungkin selama ini yang kita tahu bahwa soft skill adalah kemampuan secara logika, pengetahuan atau teori sedangkan hard skill lebih kepada praktiknya. Ternyata, selama ini kita mengkontruksi makna yang salah hehe, lebih lengkapnya kita bahas di sini ya.

Hard Skill adalah kemampuan spesifik seseorang yang didapatkan dari edukasi formal, contohnya seperti programming, desain arsitektur, desain grafis, corporate social responsibility (CSR), bahasa asing dll. Sedangkan soft skill adalah kompetensi bawaan yang nggak kita dapatkan sewaktu menempuh pendidikan tapi kamu mendapatkan kompetensi ini dari cara kamu berinteraksi dengan orang dan juga dari pengalaman hidup kamu, contohnya communication skill, leadership skill, kritis, etos kerja, dll.

Perlu kamu ketahui lagi bahwa, soft skill dapat berperan penting untuk hidup ataupun karir kamu lebih baik ke depannya. Bukan berarti hard skill tidak mendukung karir kamu ya, tapi dalam dunia kerja soft skill kamu akan lebih banyak digunakan ketimbang hard skill kamu. Contoh kasusnya, kamu adalah seorang freshgraduate ekonomi dan kamu diterima kerja sebagai sales executive roles, kamu bisa menggunakan ilmu atau prinsip ekonomi yang kamu dapatkan sewaktu kuliah. Mungkin hanya sekitar 20-30% saja dan selebihnya kamu harus menggunakan soft skill kamu, terutama communication skill.

Jadi, sekarang udah nggak bingung lagi ya kalau recruiter nanyain kamu soal “Coba sebutkan dan jelaskan soft skill dan hard skill kamu?’ Kamu bisa jawab dengan mudah dan mantap karena kamu sudah tahu konsep soft skill dan hard skill di atas! Selamat berjuang jobseeker!

 

Penulis : Idhea Cantika

Editor : Sakinah/Uke

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.