Merayakan Nasib Menjadi Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta

Dari gambar di atas, apakah ada yang hal yang membedakan mereka? Tentu tidak! Memang, menjadi seorang mahasiswa yang bisa bersekolah di perguruan tinggi negeri pasti hal yang bisa dibanggakan baik itu oleh diri sendiri maupun oleh orang tua. Namun, di beberapa kesempatan dan keadaan bahkan menjadikan mereka (baca: pelajar SMA) kerap memiliki slogan yang tidak tertulis tapi menjadi harga mati yaitu “Kuliah harus di negeri, ora negeri ora kuliah”. Anggapan tersebut ditambah lagi oleh stereotype orang awam bahwa berkuliah di swasta itu tidak sebagus dan semurah saat di negeri. Skema tersebut hanya terjadi di lingkungan orang-orang yang kurang jauh ‘mainnya’. Faktanya, menjadi mahasiswa saja sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Di pundaknya, terpatri bahwa mereka, mahasiswa harus menjadi agen perubahan dari situasi yang ada di kalangan masyarakat entah bagian pendidikannya atau kondisi ekonominya. Oleh sebab itu, berkuliah di kampus yang dilabeli sebagai kampus ormas atau kampus yayasan pun tidak seburuk itu. Mari merayakan nasib menjadi mahasiswa swasta dengan melakukan hal berikut.

  1. Perkuat relasi/networking

Saat ini kampus mentereng dengan IPK yang tinggi akan kalah dengan kekuatan orang dalam. Bahkan saya yakin apabila sebuah kampus mampu membuka jurusan “orang dalam” pastilah prodi tersebut akan sangat laku. Namun tidak dengan itu, membuka perkenalan dengan banyak orang meskipun berkuliah di kampus swasta juga sangat terbuka lebar. Sebut saja Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), setiap tahunnya mengadakan conference baik itu untuk mahasiswa atau untuk seorang expert bertajuk ICOSI (International Conference on Sustainable Innovation). Biasanya conference semacam itu dijadikan ladang untuk menebar pesona antar prodi dan jaringan sehingga relasi antar keduanya akan terbentuk. Sebagai mahasiswa, berkolaborasi dan berkompetisi bisa menjadi salah satu cara jitu menambah relasi di tingkat mahasiswa. Berkenalan dan saling bertukar pikiran saat perlombaan atau jeda perlombaan menjadi hal yang wajib bagi mereka yang ingin mengepakkan sayap ke universitas lain.

  1. Berkompetisi

Tidak lantas menurun semangat ambisinya ketika menjadi mahasiswa kampus swasta, justru saat itulah saat pembuktian bahwa ‘ada berlian di sini’. Dengan mengikuti kompetisi kalian akan merasakan bagaimana atmosfer di luar kampus. Bersaing dengan kampus top 3 di Indonesia dan mengamati bagaimana mereka beretorika dan berdialog, menambah wawasan bagaimana cara mereka dalam “bertarung”. Apalagi jika kita mampu memperkenalkan diri dan menjadikan mereka sebagai partner luar kampus, bukankah hal yang baik jika kita tahu lingkungan kampus sendiri dan kampus orang lain?

  1. Ambis

Ya ambisius, dalam hal ini adalah menjadi mahasiswa yang bersaing dengan yang lain menjadi mahasiswa yang terbaik dengan cara yang sehat. Nyatanya, beberapa hal bagus akan muncul jika kita terbiasa bersaing dengan orang lain antara lain yaitu kita tidak kaget saat bersaing dalam memperebutkan kursi dunia kerja. Asah selalu skill, keterampilan, dan keahlian di bidang yang kalian geluti. Jadikan itu pisau bermata dua yang tidak hanya mampu mengatasi masalah kalian sendiri namun masalah orang lain melalui sudut pandang keilmuan sendiri.

  1. Manfaatkan fasilitas kampus

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa terkadang kampus swasta menyediakan sarana dan prasarana melebihi kampus negeri. Sebut saja UII, UMY, BINUS, Gunadharma, dan banyak lagi. Dari mulai hal yang tersimple yaitu manfaatkan fasilitas lift, lapangan futsal, dan apapun yang tersedia termasuk peminjaman buku yang gratis. Gunakan hal tersebut, coba semua sehingga kalian akan merasa “saya bayar di sini worth it juga ya” terlebih jika kalian maksimalkan hal yang disediakan oleh kampus untuk menambah relasi, berkompetisi, dan menjadi pribadi yang ambis dengan rajin belajar di kampus.

Itulah hal yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa kampus swasta. Swasta hanyalah label yang diberikan masyarakat, selebihnya mungkin anggarannya sebagian besar dari yayasan/ormas. Kampus adalah tempat berproses bukan untuk gaya-gayaan menjadi siapa yang paling hebat alamamaternya. Tersebutlah satu pepatah legendaris oleh para mahasiswa swasta bahwa “kampus besar bukan karena nama kampusnya, namun mahasiswanya”. Jadi? Apakah kalian tidak ingin merayakan nasib kalian menjadi mahasiswa? Rayakanlah sebelum merayakan dilarang.

 

Penulis : Sibakhul Milad

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.