Mengeluh dalam Perspektif Islam

Kamu sering mengeluh? Apakah kamu menghabiskan sisa-sisa harimu dengan banyak mengeluh? Mengeluh memang menjadi hal yang umum dilakukan oleh kebanyakan orang. Biasanya orang mengeluh karena menghadapi ketidaksesuaian antara ekspetasi yang dibayangkan dengan realita yang terjadi. Contohnya, mengeluh karena beban pekerjaan yang harus ditanggung, mengeluh karena tidak bisa mendapatkan hal yang kita inginkan, mengeluh karena masalah kehidupan yang kian banyak menghampiri, dan masih banyak lainnya.

Ketika kita merasa sedang berada di momen terendah dalam kehidupan, kerap kali kita melampiaskannya dengan mengeluh. Ada juga yang melampiaskannya dengan rasa marah yang berlebih, biasanya itu ditujukan untuk mendapatkan simpati dan perhatian dari orang lain. Secara manusiawi, mengeluh memang menjadi hal yang wajar saja jika dilakukan karena disinyalir dapat mengurangi beban stress dan rasa frustasi yang melanda, sehingga tidak menumpuk dan malah merusak kesehatan mental.

Akan tetapi, alangkah baiknya mengeluh tidak menjadi sebuah kebiasaan, karena bisa saja menimbulkan penyakit hati dan membuat orang sulit untuk merasa bersyukur. Sebagai umat Islam, kita meyakini bahwa setiap kesulitan yang menimpa tiap orang merupakan salah satu ujian yang harus dihadapi sebagai jalan mendapatkan ridho Allah SWT. Oleh karena itu sangat penting melakukan kontrol diri dan manajemen konflik agar masalah yang ada tidak menimbulkan ketegangan yang berkepanjangan dan frekuensi kita untuk mengeluh bisa saja berkurang.

Sudah seharusnya, umat Islam harus tetap tabah dan berhusnuzon dalam menghadapi situasi apapun, termasuk kondisi yang menyulitkan karena Allah SWT tidak suka kepada hamba-Nya yang terlalu banyak mengeluh. Tidak semestinya seorang muslim mengeluh akan kehidupannya karena jika ia dapat berpikir dengan lebih jernih, maka ia sendiri tidak akan pernah sanggup menghitung kenikmatan yang telah ia rasakan selama ini. Seperti dalam dalam firman Allah SWT:

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nahl: 18)

Selain itu, Allah SWT juga telah memperingatkan kita akan orang-orang yang tidak pernah bersyukur dan selalu mengeluh, yakni:

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Q.S. Ibrahim: 34).

Dari sini dapat dipahami umat muslim tidak boleh berputus asa ketika mengusahakan sesuatu, termasuk mengeluh. Kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia bisa jadi berpuluh-puluh kali lipat lebih banyak ketimbang kesulitan yang ia hadapi. Hanya karena kesulitan yang tiba-tiba hadir tidak sepantasnya itu menjadikan kita kurang bersyukur terhadap-Nya. Namun, jika benar-benar merasa dihadapkan pada situasi yang menyulitkan dari biasanya dan merasa buntu untuk bisa menyelesaikannya, kita bisa meminta pertolongan kepada orang terdekat atau dengan banyak bermuhasabah dan berdzikir kepada Allah SWT.

 

Penulis: Alvin Ferdiansyah

Editor : Sakinatudh Dhuhuriyah

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *