Mahasiswa, Jaga Kesehatan Mentalmu di Masa Pandemi !

Mahasiswa punya tantangan tersendiri di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, khususnya dalam aktivitas perkuliahannya. Adaptasi proses perkuliahan dalam situasi seperti ini pun tak bisa dihindarkan. Agar proses pembelajaran dalam kuliah tetap berjalan dengan efektif, maka mau tidak mau universitas akan melakukan adaptasi dalam proses perkuliahannya. Namun terkadang, beberapa kelompok mahasiswa masih ada yang sulit beradaptasi dalam perubahan proses pembelajarannya ini. Akibatnya, dampak buruk terhadap mental yang berimbas terhadap penurunan indeks prestasi mereka pun terjadi.

World Health Organization (WHO) memperkirakan satu dari lima siswa atau 20% siswa mengalami masalah kesehatan mental akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut juga selaras dengan peningkatan masalah kesehatan mental yang dialami oleh mahasiswa. Maka dari itu penting bagi kita, sebagai mahasiswa, untuk tetap menjaga kesehatan mental di tengah pandemi Covid-19. Berikut lima tips sederhana yang dapat dicoba untuk menjaga kesehatan mental kita.

Pertama, cintai diri sendiri

Perlakukan diri kamu dengan berbagai kebaikan dan rasa hormat. Hindari mengkritik diri sendiri terlalu keras terhadap ketidak sempurnaan diri karena pada dasarnya tidak ada mahluk yang sempurna. Luangkan waktu untuk hobi dan proyek favorit, atau kamu dapat memperluas wawasanmu pada berbagai hal yang kamu sukai. Kamu dapat melakukan hal-hal seperti berkebun, mengikuti pelajaran menari, belajar memainkan alat musik, atau belajar bahasa asing.

Kedua, Konsumsi empat sehat lima sempurna

Makan merupakan satu hal yang sangat berpengaruh terhadap berbagai hal yang kita rasakan. Makanan memiliki efek jangka panjang pada kesehatan mental manusia. Otak membutuhkan campuran nutrisi agar dapat sehat dan berfungsi dengan baik, sama seperti organ tubuh yang lain. Keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan membantu dalam mengoptimalkan berbagai fungsi organ manusia. Hal tersebut akan berimplikai terhadap kesehatan mental diri. Atur pola makan yang lebih sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan seimbang seperti buah dan sayur, sereal gandum dan roti, kacang-kacabgan dan biji-bijian, produk susum dan minum banyak air mineral. Kamu juga dapat mencoba dengan mengurangi atau membatasi minuman berkafein tinggi atau minuman manis, dan hindari terlalu banyak alkohol.

Ketiga, lakukan secara perlahan

Terganggunya kesehatan mental dapat membuat tugas sekecil apapun nampak sangat sulit untuk dilakukan sehingga jangan terlalu memaksakan diri terlalu keras. Buat daftar tugas yang dapat dicapai dan coba untuk realistis, tidak peduli sekecil apapun yang dilakukan. Coba rapikan tempat tidur dan kamarmu, menulis esai atau mendengarkan musik kesukaanmu. Setiap kemenangan kecil penting untuk membawa selangkah lebih baik dari sebelumnya.

Keempat, sharing is charing

Terkadang tekanan belajar dan ujian bisa sangat berat untuk dihadapi sendiri, sangat wajar untuk merasa khawatir. Jika kamu sedang merasakan stress atau cemas, jangan menyimpannya sendiri. Bicaralah dengan seseorang yang kamu kenal, bisa teman, anggota keluarga, atau bahkan psikolog. Dengan berbagi cerita tentang masalahmu, kamu dapat merasa lebih baik. Jika karena alasan apapun yang menyebabkan kamu tidak ingin berbicara dengan seseorang yang kamu kenal, kamu dapat menghubungi professional (psikolog) yang dapat membantumu secara perlahan dalam menguraikan permasalahan pelik yang sedang dihadapi.

Kelima, carilah ‘meaning and purpose’

Terkait hal ini setiap orang memiliki cari berbeda-beda untuk mendapatkan perasaan yang lebih baik. Kamu dapat mencoba salah satu dari hal berikut; terlibat dalam pekerjaan yang membuat kamu merasa berguna bagi sekitarmu,  melalukan kegiatan-kegiatan sosial, menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang yang berarti dalam hidupmu seperti keluarga, atau menjadi relawan untuk membantu meringankan beban hidup orang lain yang sedang tertimpa musibah.

Gangguan Kesehatan mental pada mahasiswa merupakan salah satu masalah yang kompleks dan memerlukan upaya yang terkoordinir agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Deteksi dini faktor-faktor dan intervensi berbagai hal di sekitar yang mengganggu merupakan satu langkah protektif untuk diri yang lebih baik.

 

Sumber : https://kuliahdimana.id/

Jurnalis : Alimah Nur Kasanah

Editor : Sakinah

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.