Ketua LPKA UMY: Keseimbangan Antara Kuliah Daring dan Organisasi

Yogyakarta (27/03) – Tetap giat menjadi aktivis meski sedang dilanda pandemi menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi mahasiswa masa kini. Tak urung juga dirasakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang kini tengah disibukkan oleh perkuliahan daring dan sejuta kegiatan organisasi yang dijalaninya. Faris Al-Fadhat. M.A,. Ph.D selaku kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) berpendapat bahwa akan ada banyak manfaat yang dirasakan oleh mahasiswa di masa depan nantinya dengan kondisi yang mereka alami saat ini.

Webinar bertajuk “Menjadi Aktivis Muda yang Kolaboratif dan Adaptif di Masa Pandemi Covid-19” yang dilaksanakan pada jumat (26/03) kemarin ini mengupas dalam bagaimana mahasiswa dapat tetap produktif diantara perkuliahan dan organisasi. Dalam riwayatnya, Faris Al-Fadhat yang pernah aktif diberbagai organisasi hingga di jenjang perkuliahan doktor ini juga mengalami banyak manfaat yang saat ini dirasakannya karena aktif berogranisasi.

“Ada hal – hal yang menarik ketika anda mengikuti kegiatan organisasi, dilema dalam organisasi itu hal yang sangat baik. Artinya nanti anda akan merasakan manfaatnya. Bahwa ada banyak hal yang terjadi di hidup anda,” ujarnya menanggapi pertanyaan mahasiswa. Lebih lanjut Faris Al-Fadhat menjelaskan bahwa ketika kita disibukkan oleh organisasi, kita akan terlibat dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi secara dinamik di organisasi tersebut.

Semakin banyak terlibat dalam menyelesaikan masalah dalam sebuah ogranisasi, maka mahasiswa akan semakin mengerti berbagai macam metode penyelesaiannya yang dapat digunakan di lingkungan kerja nantinya. “Anda akan tau cara approach yang baik dalam menyelesaikan masalah, it’s okay yang penting harus diingat dan yakin bahwa masalah itu akan selesai. Rajin – rajin menulis kalender apapun itu, kegiatan maupun persoalan yang ingin diselesaikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Faris Al-Fadhat menyampaikan bahwa justru melalui perkuliahan daring ini maka mahasiswa memiliki kemudahan untuk menyeimbangkan kesibukan antara perkuliahan dengan organisasi. “Pandemi mengajarkan kita untuk adaptif pada teknologi, paling tidak pandemi ini memaksa kita untuk lebih akrab dengan teknologi. Kita bisa menggunakan metode kuliah daring untuk menyelesaikan beberapa hal seperti penugasan dan koordinasi secara cepat,” imbuhnya. Dalam hal ini tentu mahasiswa akan belajar menjadi seorang multitasking.

 

Penulis : Fatimah Azzahro

Editor : Sakinah/Uke

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.