Gagal UTBK-SBMPTN, Mending Gap Year atau Kuliah di Kampus Swasta?

Kurang dari seminggu lagi, pengumuman dari UTBK 2021 akan diumumkan oleh LTMPT. Semua pelajar di Indonesia pasti sedang dag dig dug menunggu hasil yang telah mereka perjuangkan untuk masuk perguruan tinggi negeri pilihan mereka. Tidak main-main, seleksi bersama ini diikuti oleh lebih dari 750 ribu pelajar di seluruh Indonesia dan diselenggarakan secara 2 gelombang. Gelombang 1 dilaksanakan pada 12-18 April 2021, dan gelombang 2 dilaksnaakan pada 26-30 april dan 01-21 Mei 2021.

Sementara itu, jumlah tersebut dibagi menjadi tiga ketegori yaitu saintek, soshum, dan campuran. Cabang soshum pada tahun ini menjadi jawara dengan peserta mencapai 378.556 peserta, diikuti oleh saintek 336.834, dan campuran 62.468 peserta. Meskipun diikuti oleh ratusan ribu pelajar, namun jumlah yang diterima hanya akan kurang dari 50% dari jumlah tersebut. Alhasil, tidak sedikit pelajar yang harus menerima pil pahit tertolak oleh PTN favorit mereka.

Lazimnya di Indonesia, para pelajar tersebut memiliki beberapa rencana cadangan seperti melanjutkan ke perguruan tinggi swasta atau gap year (menunda kuliah selama 1 tahun untuk ikut ujian lagi). Lantas, manakah keputusan yang tepat jika tertolak UTBL-SBMPTN? Jawabnya semua benar. Semua memiliki nilai positif masing-masing.

Jika memilih gap year, maka mereka akan memiliki waktu yang panjang dan matang untuk terus berlatih soal-soal UTBK untuk ujian tahun depan sehingga kesiapan mereka akan meningkat. Selain itu, mereka bisa mengeksplor diri seperti mencoba hal baru atau menjajal untuk belajar hal baru seperti belajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare, Kediri atau bahkan membuka online shop.

Jika memilih berkuliah di kampus swasta, saat ini banyak kampus swasta yang sudah setara dengan kampus negeri bahkan di atas kampus negeri, sebut saja UMY, UII, dan BINUS. Mereka adalah kampus swasta dengan sederet prestasi dan fasilitas yang tidak bisa disepelekan hanya karena embel-embel “kampus swasta”. Di sisi lain, umur juga perlu dipertimbangkan, meskipun ada sebutan umur hanyalah angka namun umur tidak bisa berbohong. Pengalaman 1 tahun lebih awal di bangku perkuliahan akan membuat kita siap untuk berproses, belajar berorganisasi dan belajar beradaptasi lebih cepat dari rekan-rekan gap year.

Pada akhirnya, pilihan gap year atau berkuliah di kampus swasta adalah pilihan yang sama-sama memiliki nilai positif. Gap year bukanlah sesuatu yang perlu disesali karena dengan menjadi gap year kita memiliki waktu lebih untuk bereksplorasi atau sekedar belajar untuk UTBK tahun depan. Berkuliah di kampus swasta pun bukanlah hal yang buruk, banyak kampus swasta yang sejajar dengan kampus negeri dan yang paling terpenting adalah emas akan menjadi emas, seorang pelajar yang cemerlang akan terus menjadi cemerlang dimanapun ia berproses.

 

Source: Kompas.com

Source of picture: rencanamu.id

Penulis : Sibakhul Milad

Editor : Sakinah/Uke

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.