FPCI Meet The Diplomat : Semua Bisa Jadi Diplomat

Yogyakarta (30/03) – Siapapun dapat menjadi diplomat, dimanapun mereka berada dan dengan caranya masing – masing. Begitulah kira – kira ungkapan yang patut digaungkan dalam memperjuangkan nama besar Indonesia di kancah dunia yang dihaturkan oleh Hartyo Harkomoyo selaku Koordinator Urusan Informasi dan Sosial Budaya KEMENLU RI. Kegiatan yang bertajuk “FPCI UMY Meet The Diplomat” ini diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) UMY dengan cukup meriah dan antusias dari berbagai mahasiswa HI di Indonesia.

Acara yang berlangsung pada sabtu (27/03) minggu lalu ini, diikuti oleh 450 lebih mahasiswa dengan isi rangkaian acara berupa pembukaan dan diskusi paralel. Pada pembukaannya, Hartyo yang juga seorang alumni mahasiswa Hubungan Internasional (HI) UMY menyampaikan pesan terkait pengalamannya sebagai seorang diplomat yang patut dijadikan gambaran bagi mahasiswa HI kedepannya.

Hartyo mengungkapkan bahwa menjadi seorang diplomat selain menjalin hubungan dengan pihak luar dan melakukan negoisasi, seorang diplomat harus terlebih dahulu memahami kebijakan dalam negeri dan menjalin hubungan yang erat dengan rekan dalam negerinya. “Dari perjalanan saya sebagai diplomat saya semakin yakin bahwa pada saat ini profesi diplomat tidak hanya orang yang bekerja di KEMENLU saja, tapi dalam konteks lebih luas, ASN juga bisa jadi duta besar karena mereka juga melakukan fungsi – fungsi diplomat,” ujarnya.

Hartyo ingin membuka wacana bagi mahasiswa HI saat ini bahwa banyak aspek yang perlu dilakukan oleh seorang diplomat, bahkan mengelola kondisi krisis sering kali dilakukan. Maka belajar menjadi seorang diplomat baginya bisa dilakukan kapan saja meski ia sedang kuliah, asal mengandung nilai memperjuangkan dalam mengenalkan Indonesia pada ranah internasional.

Selaras dengan yang diungkapkan oleh Hartyo Harkomoyo, Sade Bimantara yang juga menjabat sebagai Diplomat KEMENLU RI ini menjelaskan misi besar seorang diplomat terhadap negerinya harus benar – benar dipahami. “Mengapa kita menjadi diplomat, mengapa kita melakukan itu,” baginya selama kita memahami alasan kuat tersebut maka setiap passion dan motivasi yang disertai selama melakukan tugasnya sebagai diplomat, maka akan memberikan dampak bagi negeri.

 

Reporter : Fatimah Azzahro

Editor : Sakinah/Uke

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.